Masalah ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan serius di beberapa wilayah Jawa Barat, terutama saat memasuki musim kemarau panjang. Fenomena alam ini seringkali berdampak buruk pada kesehatan dan produktivitas warga yang tinggal di kawasan perbukitan atau pelosok. Menanggapi situasi ini, PRSI Bandung mengambil inisiatif strategis untuk membantu masyarakat dengan melakukan pembangunan infrastruktur air bersih yang berkelanjutan. Fokus utama dari program ini adalah langkah nyata untuk atasi kekeringan yang kerap melanda pemukiman warga yang jauh dari jangkauan pipa distribusi air minum perkotaan.
Pilihan teknis yang diambil oleh organisasi ini adalah dengan melakukan pengeboran tanah dalam untuk mencari sumber mata air yang stabil. Pembangunan sumur bor dianggap sebagai solusi paling efektif dibandingkan dengan sekadar mengirimkan bantuan air tangki yang bersifat sementara. Dengan adanya sumur bor yang dilengkapi dengan pompa bertenaga tinggi dan sistem filtrasi sederhana, warga desa kini memiliki akses mandiri terhadap air bersih selama dua puluh empat jam penuh. Hal ini secara drastis mengurangi beban harian masyarakat, terutama kaum perempuan dan anak-anak yang sebelumnya harus berjalan berkilo-kilometer demi mendapatkan satu jerigen air.
Lokasi target pembangunan ini berada di wilayah Bandung yang secara geografis memiliki struktur tanah yang cukup menantang. Tim teknis melakukan survei geolistrik terlebih dahulu untuk memastikan titik pengeboran memiliki debit air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga di satu rukun warga. Kedalaman bor yang mencapai puluhan meter menjamin bahwa air yang dihasilkan bebas dari kontaminasi permukaan dan memiliki kualitas mineral yang baik. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara teknologi tepat guna dan kepedulian sosial dapat menyelesaikan masalah fundamental yang sudah bertahun-tahun menghantui warga di desa terpencil.
Selain aspek teknis, PRSI juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sumber daya air secara kolektif. Infrastruktur yang hebat tidak akan bertahan lama tanpa pemeliharaan yang baik dari penggunanya. Oleh karena itu, dibentuklah kelompok pengelola air tingkat desa yang bertugas merawat mesin pompa dan mengatur distribusi air agar merata ke setiap rumah. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area sumur juga ditekankan agar resapan air tanah tetap terjaga kualitasnya. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan kemandirian masyarakat dalam mengelola fasilitas publik yang telah diberikan.
