Memperbaiki posisi tubuh dalam renang adalah kunci untuk efisiensi dan kecepatan, dan ini dapat dicapai melalui Latihan Khusus yang terarah. Posisi tubuh yang ideal, sering disebut sebagai posisi streamline atau “pesawat terbang”, membantu mengurangi hambatan air dan memaksimalkan dorongan, memungkinkan perenang melaju lebih cepat dengan usaha yang lebih sedikit.
Salah satu Latihan Khusus paling efektif adalah kickboard drill dengan fokus pada head position. Dengan memegang kickboard di depan, perenang didorong untuk menjaga kepala sejajar dengan tulang belakang, melihat lurus ke bawah, dan hanya mengangkat mata secukupnya untuk melihat ke depan. Latihan ini membantu perenang merasakan posisi kepala yang benar dan dampaknya terhadap posisi pinggul. Menurut pelatih renang nasional, Bapak Budi Santoso, dalam sesi coaching clinic di Gelanggang Renang Senayan pada 22 Juni 2025, kesalahan umum adalah mengangkat kepala terlalu tinggi, yang menyebabkan pinggul tenggelam dan meningkatkan drag.
Selanjutnya, penggunaan pull buoy adalah Latihan Khusus yang sangat baik untuk melatih posisi tubuh bagian atas. Dengan menjepit pull buoy di antara paha, kaki tidak digunakan untuk mengapung, memaksa perenang untuk mengandalkan inti tubuh dan posisi lengan untuk menjaga tubuh tetap tinggi di permukaan air. Latihan ini membantu memperkuat otot inti dan melatih body rotation yang benar, elemen penting untuk posisi streamline. Pada Olimpiade Akuatik Remaja Nasional yang diselenggarakan di Surabaya pada 10 Mei 2025, banyak pelatih menekankan penggunaan pull buoy sebagai bagian esensial dari program latihan para atlet.
Terakhir, Latihan Khusus seperti balance drill tanpa alat adalah cara terbaik untuk merasakan posisi streamline yang sebenarnya. Perenang mencoba meluncur dan menjaga keseimbangan tubuh hanya dengan kekuatan otot inti, tanpa menggerakkan tangan atau kaki. Ini bisa dilakukan dengan meluncur telungkup atau telentang, fokus pada perataan tubuh dari kepala hingga kaki. Dalam webinar “Optimizing Swim Technique” yang diadakan oleh Asosiasi Pelatih Renang Indonesia pada 15 April 2025, disebutkan bahwa konsistensi dalam melakukan balance drill minimal 15 menit setiap sesi latihan dapat significantly meningkatkan efisiensi renang dalam waktu 3 bulan. Dengan dedikasi pada latihan-latihan ini, perenang dapat memperbaiki posisi tubuh mereka, berenang lebih cepat, dan mengurangi risiko cedera.
