Menjelang akhir era kolonial, olahraga renang di Hindia Belanda mencapai puncaknya. Pada tahun 1940, NIZB 1940 (Nederlands Indische Zwembond) mengukuhkan dominasinya, menyatukan 1200 perenang di bawah benderanya. Ini adalah bukti pertumbuhan pesat olahraga air di kalangan elite kolonial, menunjukkan semakin terorganisirnya struktur olahraga, meskipun dengan nuansa diskriminasi yang masih kuat.
NIZB 1940 adalah Federasi Renang tertinggi di Hindia Belanda, membawahi berbagai perkumpulan regional seperti West & Oost Java Zwembond. Keberadaannya menandakan sentralisasi pengelolaan olahraga renang, dari pengaturan kompetisi hingga pengembangan atlet, namun masih terbatas pada kelompok tertentu.
Jumlah 1200 perenang adalah angka yang impresif untuk masa itu. Ini menunjukkan betapa populernya olahraga renang di kalangan masyarakat Eropa dan bangsawan pribumi yang memiliki akses ke fasilitas. Angka ini juga merefleksikan semakin banyaknya kolam renang yang tersedia.
Fungsi utama NIZB 1940 adalah mengoordinasikan awal kompetisi regional dan nasional. Mereka menyelenggarakan kejuaraan yang prestisius, di mana para perenang terbaik dari seluruh wilayah Hindia Belanda bersaing, memecahkan rekor, dan menunjukkan kebolehan mereka.
Meskipun NIZB 1940 memiliki struktur organisasi yang kuat, Sejarah Gelap Kolam Renang masih menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi mereka. Diskriminasi berdasarkan ras masih berlaku, membatasi partisipasi pribumi umum dalam kegiatan federasi dan akses ke fasilitas.
Para perenang yang tergabung dalam NIZB adalah bagian dari renang elit kolonial. Mereka memiliki privilese untuk berlatih di kolam renang modern seperti Kolam Renang Cihampelas, mendapatkan pelatihan yang baik, dan berkompetisi di level tinggi.
Keterlibatan Organisasi Renang dari sekolah-sekolah elit seperti OSVIA, MULO, dan Kweekschool juga sangat penting dalam mendukung NIZB 1940. Institusi ini menjadi sumber utama bagi anggota dan atlet yang berkualitas tinggi.
Kehadiran NIZB 1940 dengan 1200 perenang menunjukkan kemajuan signifikan dalam formalisasi olahraga renang sebelum kemerdekaan. Ini adalah Cikal Bakal Renang Indonesia yang terorganisir, meskipun ironisnya, hanya untuk segelintir orang.
Federasi ini juga berperan dalam memperkenalkan standar dan teknik renang internasional ke Hindia Belanda. Ini membantu mengangkat kualitas perenang yang ada ke level yang lebih tinggi, setara dengan standar di Eropa.
